Sabtu, 25 Juli 2015

HATIKU PUAS SENYUMMU PAS

Dari deterjen dan kopi,
Aku jumpa kamu pagi ini, perempuan.
Yang tersenyum wajar, sewajar-wajarnya.

Bunyi laci mesin kasir itu seperti sebuah isyarat yang memulangkan aku kembali ke rumah.

Padahal, belum kupunya nama dan tubuhmu, yang ada hanya segelas kopi dan bunyi suara mesin cuci.

Sementara waktu selalu berjalan terburu-buru,
membentang rekam adegan di dalam kepala,
hingga akhirnya melahirkan sajak,
satu per satu cerita bermunculan, sementara bau tubuhmu segera menguap. Hilang!

JUNI 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar