Bagaimana mungkin aku bisa lupa alamat rumahmu,
yang semalam lalu kau coba tinggalkan lagi jejaknya,
dalam gelembung-gelembung segelas bir,
yang menjelma menjadi ribuan kunang-kunang yang menyala-nyala panjang.
Nyalanya yang terus berkedip-kedip adalah isyarat rahasia yang menunggunya untuk direguk.
Mari kita minum,
mari kita rayakan pertemuan kita yang kecut,
sebelum padam nyalanya,
sebelum musnah rasanya,
sebelum kita lupa sebenar-benarnya.
JUNI 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar